Skip to main content

Pinjaman KTA Syariah Tanpa Riba

Gunakan Pinjaman KTA Syariah Tanpa Riba

Pinjaman KTA Syariah Tanpa RibaAda sebagian orang ingin mengajukan KTA namun masih merasa cemas terhadap bunga yang dikenakan termasuk kedalam riba atau tidak.

Itulah mengapa saat ini sudah banyak bank yang menawarkan program pinjaman kredit tanpa agunan yang bersistem syariah.

Meskipun begitu pinjaman KTA syariah dan konvensional memiliki keunggulannya masing masing.

Berikut adalah perbedaan pinjaman KTA syariah tanpa riba dengan KTA konvensional.

Apa Itu Pinjaman Kredit Tanpa Agunan Syariah

Pinjaman Kredit tanpa agunan syariah adalah peminjaman dana pada bank syariah dengan tanpa menggunakan agunan.

Selain itu yang lebih penting lagi adalah sesuai syariah dan tanpa riba.

Hal ini tentunya yang membedakan bank syariah dan bank secara konvensional.

Pada pinjaman KTA syariah tidak membebankan bunga pada nasabah seperti bank konvensional.

Dana yang akan dicairkan tersebut juga harus digunakan untuk keperluan yang halal

Mengenal Perbedaan Pinjaman KTA Syariah Dan KTA Konvensional

Sebenarnya pinjaman KTA syariah memiliki prinsip yang sama dengan KTA konvensional yaitu melakukan transaksi peminjaman dana namun dengan cara yang berbeda.

Pada pinjaman KTA syariah lebih mengedepankan syariat syariat agama sedangkan KTA konvensional belum mengedepankan syariat.

Berikut adalah beberapa perbedaan yang dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan pinjaman.

1. Tujuan Penggunaan Dana

Dalam melakukan pinjaman KTA syariah tanpa riba dana yang akan dicairkan oleh nasabah harus digunakan untuk usaha atau kebutuhan yang halal.

Dan jika diketahui dana tersebut tidak digunakan untuk usaha atau keperluan yang halal maka pihak bank syariah akan membatalkannya.

Oleh sebab itu nasabah harus membuat pernyataan terlebih dahulu tentang penggunaan dana dan pemakaiannya yang tidak menyimpang.

2. Pembagian Resiko

Pada pinjaman KTA syariah tanpa riba menerapkan sistem bagi hasil atau kemitraan sehingga resiko akan ditanggung bersama jika nasabah mengalami kegagalan.

Sehingga bank juga akan mengalami kerugian dan modal yang dimiliki dibagi dua sesuai proporsi yang telah disepakati sebelumnya.

Namun sebaliknya jika usaha nasabah maju maka bank juga akan mendapatkan porsi keuntungan yang lebih tinggi.

Sedangkan jika pada bank konvensional yang menanggung resiko kerugian sepenuhnya adalah nasabah.

3. Pengawas Yang Berwenang

Setiap lembaga keuangan termasuk bank tentunya berada dibawah pengawasan Bank Indonesia dan otoritas jasa keuangan termasuk bank syariah.

Ini diharapkan agar kegiatan di sektor jasa keuangan berjalan dengan adil dan transparan.

Namun pada bank syariah juga diawasi oleh dewan syariah nasional. Ini merupakan lembaga yang merumuskan aturan aturan perbankan syaiah sekaligus sebagai pengawas.

4. Bunga Dan Tidak Berbunga

Pada pinjaman KTA konvensional yang mengunakan bunga, sehingga banyak yang menganggap bahwa itu termasuk kedalam riba yang bagi seorang muslim riba harus di hindari.

Oleh sebab itu di dalam pinjaman KTA syariah tanpa riba hal tersebut ditiadakan.

Pada bank syariah mengunakan tiga akad yaitu jual beli (muarabahah), sewa dengan perubahan kepemilikan (ijarah wa iqtina), dan capital sharing (musyaakah mutanaqishah).

5. Kewajiban Berzakat Bagi Lembaga Penyedia Pinjaman Syariah

Perbedaan antara bank konvensional dan bank syariah terletak pada kewajiban berzakat.

Bagi bank syariah mempunyai kewajiban bagi penyedia pinjaman untuk meyisihkan 2,5 % dari proses pinjaman untuk berzakat.

Sedangkan pada bank konvensional tidak memiliki kewajiban membayar zakat 2.5% dari proses pinjaman.

Itulah beberapa perbedaan pinjaman KTA syariah tanpa riba dengan KTA konvensional.

Yang dapat dijadikan referensi dalam memilih pinjaman KTA serta pilihlah yang sesuai dengan syariat.

Namun sebelumnya pilihlah fasilitas dan kelebihan yang dimiliki sebelum memilih. Semoga bermanfaat.

Pinjaman Syariah Tanpa Bunga, Pinjaman Yang Tidak Memberatkan!

Pinjaman Syariah Tanpa BungaBanyak orang yang berpikir jika meminjam uang pasti harus siap membayar bunganya. Padahal tidak semua jenis pinjaman menggunakan sistem bunga. Pinjaman yang berjenis produk syariah, biasanya tidak menerapkan sistem bunga. Hal ini dikarenakan bunga dari pinjaman uang termasuk riba atau dosa. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan seseorang untuk mendapatkan pinjaman syariah tanpa bunga ini.

Cara Mendapatkan Pinjaman Syariah Tanpa Bunga

Bisakah mendapatkan pinjaman uang tanpa bunga? Tentu saja bisa, bagi yang tahu caranya. Berikut ini akan dijelaskan cara mendapatkan pinjaman syaria tanpa bunga:

1. Cari Lembaga Syariah

Cara yang pertama yang harus dilakukan adalah cari lembaga syariah. Lembaga syariah ini biasanya adalah lembaga yang lebih mengutamakan sistem kekeluargaan daripada sistem keuntungan semata. Lembaga-lembaga seperti ini biasanya lembaga bukan dari bank konvensional. Memang jauh lebih sulit untuk menemukan lembaga syariah daripada menemukan lembaga konvesional.

Namun jangan menyerah, lembaga syariah tetap masih ada.

2. Pilih Produk Pinjaman Tanpa Bunga

Pada umumnya, tempat peminjaman uang memberikan beragam jenis rangkaian produk pinjaman. Dalam hal ini, peminjam harus meminjam produk tanpa bunga. Dengan menggunakan produk ini, maka peminjam bisa meminjam uang tanpa harus takut ada bunga yang harus dibayarkan. Produk pinjaman ini bisa didapatkan dengan mudah lewat ketentuan dan persyaratan tertentu.

3. Simak Baik-Baik Ketentuan Yang Diberikan

Jangan lupa untuk menyimak baik-baik ketentuan yang diberikan pihak peminjam. Walaupun pinjaman bebas dari bunga, namun bukan berarti pinjaman ini bebas dari ketentuan lembaga pemberi pinjaman. Ketentuan ini sangat beragam bentuknya. Oleh sebab itu, pahami dengan baik ketentuan yang diberikan sebelum mengajukan pinjaman. Jika merasa sanggup dengan ketentua, maka silahkan ambil pinjaman.

4. Penuhi Persyaratan Yang Diberikan

Setelah yakin bahwa peminjam dapat memenuhi ketentuan yang diberikan, langkah selanjutnya adalah memenuhi persyaratan yang diberikan. Ada banyak persyaratan yang pada umumnya harus dipenuhi.

Persayaratan ini tergantung dari lembaga pemberi pinjaman. Namun pada umumnya lembaga syariah tidak memberikan persyaratan yang sulit bagi yang ingin meminjm uang dari mereka.

5. Lakukan Pembayaran Sesuai Ketentuan

Terakhir, lakukan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah mendapatkan pinjaman uang, jangan lupa untuk melakukan pembayaran. Lakukan pembayaran tepat waktu sesuai dengan perjanjian awal. Jika ada kendala dalam proses pembayaran, diskusikan hal tersebut pada pihak lembaga pemberi pinjaman.

Itulah cara untuk mendapatkan pinjaman tanpa bunga. Melakukan pinjman syariah tanpa bunga ini memiliki banyak keuntungan bagi peminjam.

Keuntungan Yang Akan Didapatkan Dari Pinjaman Syariah Tanpa Bunga

Setidaknya ada 3 keuntungan utama meminjam dengan cara ini. Apa saja keuntungan tersebut? Berikut ini ulasan lengkapnya:

Tidak berat dalam pembayaran. Peminjam tidak perlu merasa berat dalam pembayaran. Hal ini dikarenakan peminjam tidak perlu membayar bunga. Sehingga pinjaman yang dibayarkan hanya sebesar pinjaman awal saja.

Peminjam tidak merasa dirugikan. Hampir kebanyakan peminjam merasa dirugikan dengan adanya sistem bunga. Apalagi jika bunga yang diberikan persentasenya besar. Oleh sebab itu, dengan pinjaman ini, peminjam tidak akan merasa dirugikan oleh pihak manapun.

• Tidak khawatir akan dosa riba. Peminjam juga tidak perlu khawatir akan dosa riba. Hal ini berlaku bagi peminjam yang beragama islam. Dikarenakan bunga pinjaman termasuk dalam riba, maka dengan meminjam uang tanpa bunga akan membuat seseorang terbebas dari dosa riba.

Dalam meminjam uang, sebaiknya jangan terburu-buru. Ambil keputusan yang tepat agar nantinya peminjam tidak dirugikan. Jangan asal sembarang pinjam. Ada banyak orang di luar sana yang menderita hanya karena salah melakukan pinjaman uang.

You may also like