Skip to main content

Syarat Pinjaman KTA Tanpa Agunan BRI Syariah

Syarat Pengajuan Pinjaman KTA Tanpa Agunan BRI Syariah

Pinjaman KTA Tanpa Agunan BRI SyariahPinjaman KTA Tanpa Agunan BRI Syariah adalah pinjaman yang diperuktukkan bagi nasabah yang ingin mengajukan pinjaman bebas riba.

Pinjaman ini disukai masyarakat karena sifatnya yang fleksibel.

Mengapa begitu? Karena pinjaman ini dapat digunakan untuk keperluan apapun, baik untuk konsumtif atau untuk membuka usaha baru.

Kelebihan yang paling disukai nasabah adalah nasabah tidak memerlukan agunan plus produk pinjaman ini bersifat syariah.

Sebelum mengajukan pinjaman ini, nasabah harus mengetahui syarat-syarat untuk dapat menjadi debitur pinjaman ini :

1. Nasabah Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)

BRI Syariah termasuk dalam kategori bukan bank asing sehingga nasabah yang ingin mengajukan pinjaman KTA Tanpa Agunan harus berstatus WNI.

Kewarganegaraan dalam KTP nasabah harus bertuliskan WNI dan itu adalah harga mutlak.

2. Tidak Di Bawah Usia 21 Tahun

Usia memang tidak selalu menentukan kedewasaan seseorang tetapi menentukan apakah nasabah dapat mengajukan pinjaman KTA BRI Syariah Tanpa Agunan .

Batas minimal usia nasabah yang akan mengajukan pinjaman ini adalah 21 tahun. Sedangkan untuk masa jatuh tempo pembayaran harus saat nasabah berumur 65 tahun.

3. Sudah Terdaftar Sebgai Nasabah BRI Syariah

Sudah terdaftar sebagai nasabah BRI Syariah berarti bahwa nasabah sudah memiliki buku tabungan BRI Syariah.

Rekening tersebut juga harus menjadi rekening untuk penerimaan gaji dari perusahaan tempat nasabah bekerja.

Apabila tidak memiliki rekening di BRI syariah, maka calon debitur akan kesulitan untuk mengajukan pinjaman KTA Tanpa Agunan BRI Syariah.

4. Nasabah Harus Lolos Dari BI Checking

BI Checking adalah hasil keluaran dari SID (Sistem Informasi Debitur). SID ini adalah sistem yang dapat melacak debitur yang memiliki masalah atau tidak dalam pembayaran kreditnya.

Kolektibilitas atau kelancaran pembayaran kredit debitur menentukan lolos tidaknya dari BI Checking, penentuan dari kolektibilitas kredit diantaranya,

• Kelancaran pembayaran.

Debitur harus terbukti lancar membayar kredit baik uang pokok maupun bunganya.

Pinjaman debitur harus diselesaikan dengan baik dengan instansi keuangan manapun.

• Kurang lancar dalam 1-2 bulan.

Jika debitur dalam kurun waktu 24 bulan pernah menunggak atau tidak lancar dalam 1-2 bulan, BI memiliki julukan tersendiri.

Julukan tersebut adalah Kredit Dalam Perhatian Khusus (DPK).

• Kredit yang meragukan.

Bagi debitur yang memiliki riwayat kredit tak terselesaikan sampai jatuh tempo pembayaran, maka debitur tersebut termasuk dalam kategori ini.

BI memberi debitur tersebut status Kredit Diragukan.

• Pembayaran kredit tidak lancar.

Debitur yang tersmasuk dalam kategori ini adalah debitur yang tidak lancar pembayaran kreditnya dalam kurun waktu 3-6 bulan.

Pembayaran tersebut berlaku untuk pembayaran uang pokok maupun bunganya. Julukan dari BI Checking atsa kondisi ini ialah Kredit Tidak Lancar.

• Kemacetan pembayaran.

Apabila debitur sudah melakukan usaha untuk menyelesaikan pembayaran kredit yang diaktifkan kembali tetapi tidak behasil, maka debitur tersebut mengalami kemacetan pembayaran.

Julukan dari BI Checking atas kondisi debitur tersebut adalah Kredit Macet.

5. Status Kerja Nasabah

Status kerja nasabah berarti bahwa nasabah yang ingin mengajukan pinjaman ini harus bekerja di perusahaan yang bekerja sama dengan BRI Syariah.

Hal ini ditunjukkan dengan penerimaan gaji yang melalui rekening nasabah di BRI Syariah.

Seperti yang sudah dijelaskan dalam point sudah terdaftar dalam nasabah BRI Syariah.

6. Kelengkapan Dokumen

Dokumen yang harus dilengkapi diantaranya, Fotokopi KTP, Fotokopi KK, Surat Keterangan Pekerjaan (Asli), Fotokopi NPWP, dan Fotokopi rekening tabungan.

Bagi calon debitur yang sudah menikah, fotokopi KTP harus disertai dengan fotokopi KTP pasangan dan fotokopi surat nikah.

Jika berstatus sebagai karyawan, juga harus mencantumkan Surat Keterangan Pengangkatan.

Itulah penjelasan mengenai syarat-syarat yang harus dilengkapi apabila nasabah memiliki niat untuk mengajukan Pinjaman KTA Tanpa Agunan BRI Syariah.

Sebelum menentukan pengajuan pinjaman alangkah baiknya nasabah tidak hanya sekedar mencari label syariah tetapi juga mengetahui kelebihan dan kekurangan pinjaman tersebut.

You may also like